RSS

Info per 23 Juni 2015

23 Jun

Asslamualaikum wr wb…

Berikut kami sampaikan beberapa informasi :

1. Undangan Koordinasi Konversi Kode mapel Sertifikasi bagi yang belum melakukan konversi seperti kode mapel 125, 230, 322 maupun yang lainnya yang tertera pada kode konversi :

Hari/Tanggal  : Kamis, 25 Juni 2015
Jam               :  08.00
Tempat          : Ruang Rapat 2 Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik

Daftar yang belum dan yang sudah konversi ( contoh untuk jenjang SMA SMK) >>>konversi
Tabel Konversi Kode mata Pelajaran Sertifikasi >>>>Kode Konversi Mapel

dari daftar nama diatas kemungkinan masih ada yang lain yang juga harus di konversi dapat di cek di kode konversi mapel

Berkas yang perlu disiapkan dibuat 2 bendel :
Fc. SK PBM/sekolah binaan 2012 s.d 2014 Legalisir Sekolah dan Dinas
Fc. Sertifikat Pendidik Legalisir LPTK

2. Verifikasi Penerima TPP yang masuk sampai hari ini :

Verifikator             >>Verifikasi TPP TW 2    >>rekap PKG print out    >>Rekap PKG Soft Copy
TK/SD Kec. Balongpanggang    >>    ok        >>ok            >>ok
TK/SD Kec. Benjeng        >>    ok        >>ok            >>ok
TK/SD Kec. Bungah        >>    ok        >>ok            >>ok
TK/SD Kec. Cerme        >>    ok        >>ok            >>ok
TK/SD Kec. Driyorejo        >>    ok        >>ok            >>ok
TK/SD Kec. Duduksampeyan    >>    ok        >>ok            >>ok
TK/SD Kec. Dukun        >>    blm        >>blm            >>blm
TK/SD Kec. Gresik        >>    ok        >>ok            >>ok
TK/SD Kec. Kebomas        >>    ok        >>ok            >>ok
TK/SD Kec. Kedamean        >>    blm        >>blm            >>blm
TK/SD Kec. Manyar        >>    ok        >>blm            >>blm
TK/SD Kec. Menganti        >>    ok        >>ok            >>ok
TK/SD Kec. Panceng        >>    ok        >>ok            >>ok
TK/SD Kec. Sidayu        >>    ok        >>blm            >>blm
TK/SD Kec. Tambak        >>    ok        >>blm            >>blm
TK/SD Kec. Sangkapura        >>    ok        >>blm            >>blm
TK/SD Kec. Ujungpangkah        >>    ok        >>blm            >>blm
TK/SD Kec. Wringinanom        >>    ok        >>ok            >>ok
MKKS & verifikator SMP Negeri    >>    ok        >>blm            >>ok
MKKS & verifikator SMP Swasta    >>    ok        >>blm            >>ok
MKKS & verifikator SMA Negeri    >>    ok        >>blm            >>blm
MKKS & verifikator SMA Swasta    >>    ok        >>blm            >>blm
MKKS & verifikator SMK Negeri dan Swasta>>ok        >>blm            >>blm

Mohon yang belum segera dikirim agar kami bisa segera lakukan verifikasi didata untuk proses pengajuan pencairan TPP triwulan 2. sekali lagi mohon kerjasama bagi yang belum…
semoga bermanfaat…

3. ada tambahan undangan karena baru datang emailnya sore hari… ada undangan dari Pelaksana Kelompok Kerja Pengawas Sekolah bagi pengawas TK/SD se Kabupaten Gresik yang dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal  : Kamis, 25 Juni 2015
Jam               :  09.00
Tempat          : Aula Ainul Yakin Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik
Peserta         : Pengawas TK/SD sekabupaten Gresik

 
5 Comments

Posted by on June 23, 2015 in Uncategorized

 

5 responses to “Info per 23 Juni 2015

  1. Ki Hajar Priyandono

    June 26, 2015 at 9:49 am

    Kemendikbud Terapkan Sejumlah Kebijakan Tuntaskan Persoalan Kelebihan Jumlah Guru
    Guru
    Wed, 06/24/2015 – 15:46

    Jakarta, Kemendikbud — Jumlah guru yang tidak merata, termasuk rasio antara jumlah guru dan siswa yang berlebih menyebabkan berbagai persoalan di lapangan. Persoalan itu misalnya, tidak terpenuhinya kewajiban 24 jam mengajar per minggu, yang berakibat pada tidak dibayarkannya tunjangan profesi guru (TPG). Di sisi lain, sejumlah sekolah tidak memiliki jumlah guru yang memadai, sehingga mengganggu proses belajar mengajar.
    Pelaksana Harian Kepala Subdirektorat Program Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dikdas, Tagor Alamsyah mengatakan, sejak 2009, Kementerian telah mengeluarkan kebijakan berupa Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru.
    “Semangat dikeluarkannya peraturan itu adalah guru diperbolehkan mengajar di jenjang lain selama dua tahun, jika dia tidak mendapat jam mengajar di sekolah asal. Selama dua tahun berjalan itu, pemerintah kabupaten/kota harus melakukan penataan guru,” katanya dalam diskusi pendidikan di Perpustakaan Kemendikbud, Jakarta, Rabu (24/6/2015).
    Ia menambahkan, saat itu kewenangan pengangkatan dan pemindahan guru berada di pemerintah daerah, sehingga pemerintah pusat hanya dapat membuat kebijakan yang tidak menyulitkan guru memeroleh haknya. Sayangnya, peraturan menteri ini tidak berjalan dengan baik.
    “Pada tahun 2013, kita buatkan peraturan yang lebih tinggi, yaitu surat keputusan lima menteri yang menerapkan sanksi jika pemerintah daerah tidak melakukan penataan guru. Sayangnya, sanksi-sanksi ini juga tidak berjalan dengan baik,” ungkap Tagor.
    Meski demikian, Kemendikbud tetap memberlakukan sanksi berupa penundaan penerbitan surat keputusan (SK) TPG bagi guru yang tidak memenuhi kewajiban 24 jam mengajar. Tagor mengatakan, informasi apakah guru sudah memenuhi kewajibannya itu dapat terlihat melalui data pokok pendidikan (dapodik) yang dikembangkan Kemendikbud sejak beberapa tahun lalu.
    Di tahun yang sama, pemerintah kembali mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 62 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan. Peratuan itu dibuat, salah satunya, dalam rangka penataan dan pemerataan guru. Dalam peraturan itu disebutkan, bagi guru yang dipindah ke sekolah lain dalam rangka pemenuhan penataan dan pemerataan guru, maka ia tetap diberikan tunjangan, meski mengajar tidak sesuai dengan sertifikatnya.
    “Misalnya, guru SMP tidak mendapat jam mengajar di sekolah itu, dia pindah ke pelosok menjadi guru SD. Terpenuhi kewajiban jam mengajarnya, maka ia tetap mendapatkan tunjangan,” Tagor mencontohkan.
    Ia mengaku, peraturan ini bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru. Namun, lanjut Tagor, itulah solusi yang dapat diberikan Kementerian untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Menurutnya, jika persoalan ini dibiarkan tanpa solusi, guru yang tidak mengajar tetap menerima gaji sehingga hanya akan menjadi beban negara. Sementara jika mengangkat guru baru, berarti beban negara semakin besar, karena akan ada dua pembiayaan. “Kita optimalkan saja guru yang sudah ada (berlebih) ini,” katanya.
    Kini, dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pemerintah pusat memiliki kewenangan untuk mengendalikan formasi dan memindahkan guru. Itu artinya, tidak ada lagi celah bagi kabupaten/kota mengangkat sendiri guru, sehingga berbeda dengan kebutuhan sebenarnya. (Ratih Anbarini)

     
  2. Priyandono

    June 27, 2015 at 10:29 am

    Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 62 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan. Peratuan itu dibuat, salah satunya, dalam rangka penataan dan pemerataan guru. Dalam peraturan itu disebutkan, bagi guru yang dipindah ke sekolah lain dalam rangka pemenuhan penataan dan pemerataan guru, maka ia tetap diberikan tunjangan, meski mengajar tidak sesuai dengan sertifikatnya.

     
    • arifsheva

      July 1, 2015 at 3:28 pm

      iyah pak… sperti yang sudah kami sampikan di forum… itu sudah kami konsulkan di pusat.. tp kembali lagi ke sistem…. karena sistem membacanya liniertas mapel di sertifikat pendidik dengan mapel yang diajarkan

       
  3. Priyandono

    June 27, 2015 at 10:41 am

    Informasi tambahan. Saya dimutasi dari SMP ke SMA karena kala itu di SMP kelebihan guru IPS 2 orang. Sementara di SMA tidak ada guru sejarah (S-1 saya sejarah). Ada satu guru sejarah berstatus GTT

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: